Berita

Video Profil SMK Nuris 2022




Kontak


Alamat :

Jl. A. Yani No. 03 Slatri Larangan

Telepon :

0283 6183363

Email :

smk.nis.lrg@gmail.com

Website :

smknuris.sch.id

Media Sosial :

Menyusun Best Practices

NAMA          : AKHMAD FADILLAH, S.Pd

NIM             : 5202022003

PRODI         : TEKNIK OTOMOTIF

 

 

LK 3.1 Menyusun Best Practices

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

SMK Nurul Islam Larangan Kab. Brebes

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Kejuruan

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan Motivasi belajar Peserta Didik Perawatan Sistem Power Train (Chasis)

Penulis

Akhmad Fadillah, S.Pd

Tanggal

31 Agustus 2022 (PPL 1)

15 September 2022 (PPL 2)

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Peralihan pembelajaran daring/jarak jauh ke pembelajaran tatap muka membuat motivasi belajar peserta didik menurun.Oleh karena itu,peserta didik merasa bosan pada saat pembelajaran di kelas karena terbiasa menggunakan Handphone dan bermain di rumah saat pembelajaran jarak jauh/daring.Perubahan yang terjadi seperti :

1.  Malas mengerjakan soal yang diberikan guru.

2.  Sering mengobrol saat pembelajaran.

3.  Bermain handphone saat pembelajaran.

4.  Malu dalam mengungkapkan pendapat.

5.  Ingin cepat pulang saat berada di sekolah.

Kondisi ini diperburuk dengan kurangnya pemanfaatan media ajar dan model pembelajaran inovatif yang diimplementasikan guru di kelas.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri,wawancara guru,kepala sekolah,dan pakar serta kunjungan/home visit kepada orang tua peserta didik,maka beberapa tantangan yang terjadi yaitu :

1.  Orang tua jarang ada di rumah karena sibuk bekerja/luar kota.

2.  Kurangnya motivasi yang diberikan orang tua kepada peserta didik.

3.  Peserta didik merasa tidak ada manfaatnya untuk sekolah.

4.  Kurangnya rasa percaya diri peserta didik saat di sekolah.

Tantangan dari sisi peserta didik berdampak sekali pada proses pembelajaran di sekolah. Ada juga tantangan yang ada di sekolah :

1.    Faktor guru dalam pemilihan model pembelajaran.

2.    Kurangnya pemanfaatan TPACK (Technology,Pedagogy,Art,Content Knowlegde) di kelas.

3.  Model pembelajaran yang belum relevan dengan kebutuhan peserta didik.

4.  Ruang kelas yang tidak nyaman.

Tantangan itu yang meyebabkan seorang guru harus mampu merancang pembelajaran yang inovatif dengan menerapkan media pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik serta model pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik.

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Tantangan yang ada diatas harus segera diselesaikan dengan baik oleh seorang guru profesional,diantaranya yaitu :

1.  Berkaitan dengan model pembelajaran.

Guru menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan pembejaran yang menggunakan berbagai kemampuan berfikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna,relevan,dan kontekstual.

Sintak model pembelajaran Problem Based Learning sebagai berikut :

a. Orientasi peserta didik pada masalah

b. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.

c. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok .

d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.

e. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Kelebihan model pembelajaran Problem Based Learning antara lain :

a. Pembelajaran berpusat pada peserta didik.

b. Mengembangkan pengendalian diri peserta didik.

c. Memungkinkan peserta didik mempelajari peristiwa secara multidemensi dan mendalam.

d. Mengembangkan ketrampilan pemecahan masalah.

e. Mendorong peserta didik mempelajari materi dan konsep baru ketika memecahkan masalah.

f.  Mengembangkan kemampuan sosial dan ketrampilan berkomunikasi yang memungkinkan mereka belajar dan bekerja dalam team.

g. Mengembangkan ketrampilan berfikir ilmiah tingkat tinggi/kritis.

h. Mengintegrasikan teori dan praktek yang memungkinkan peserta didik menggabungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru.

i.  Memotovasi pembelajaran.

j.  Peserta didik memperoleh ketrampilan mengelola waktu.

k. Pembelajaran membantu cara peserta didik untuk belajar sepanjang hayat.

2.  Berkaitan dengan media ajar

Penggunaan media ajar berbasis TPACK (Technology,Pedagogy,Art,Content Knowlegde) untuk memudahkan guru mentransformasi ilmu pengetahuan dan juga membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Guru menggunakan video pembelajaran yang menarik dan disajikan lewat proyektor.

3.  Berkaitan dengan penilaian

Seorang guru juga dituntut untuk menilai secara keseluruhan dari ranah kognitif,efektif dan psikomotorik. Tentunya dalam instrumen yang lengkap mulai dari kisi-kisi,indikator ketercapaian secara ranah  dan rubrik penilaian untuk melengkapi penilaian akhir pembelajaran.

4.  Berkaitan dengan kondisi ruangan

Guru mendesign ruangan dengan baik dari kebersihan,kerapihan, pencahayaan,sirkulasi udara dan keindahan sehingga peserta didik memiliki motivasi belajar yang baik serta pembelajaran yang nyaman.

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Dampak dari penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dipadukan dengan media video pembelajaran berbasis TPACK (Technology,Pedagogy,Art,Content Knowlegde) membuat peserta didik lebih bersemangat dan tidak bosan dalam pembelajaran karena pada saat pembelajaran peseta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok dan secara berkelompok peserta didik menjawab soal yang diberikan guru atau peserta didik lain.

Dengan model pembelajaran Problem Based Learning ini peserta didik lebih termotivasi,terlihat dari indikator keaktifan naik dari sebelum menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Secara berkesinambungan motivasi belajar peserta didik meningkat maka hasil belajar peserta didik turut meningkat.

 

 

LSP SMK NURUL ISLAM LARANGAN



Instagram